Viral Penampakan Kerumunan Vaksinasi di Lamongan, Berjubel dan Berdesakan!

 

Viral Penampakan Kerumunan Vaksinasi di Lamongan, Berjubel dan Berdesakan! 

Viral Penampakan Kerumunan Vaksinasi di Lamongan, Berjubel dan Berdesakan! 
Vaksinasi hingga kini masih menjadi salah satu strategi paling ampuh untuk menekan laju penyebaran Covid-19

Vaksinasi hingga kini masih menjadi salah satu strategi paling ampuh untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Tak heran jika pemerintah terus menggalakkan vaksinasi di berbagai titik di seluruh Indonesia.

Meski begitu, pelaksanaan vaksinasi masih menjadi salah satu hal yang kerap menjadi sorotan. Hal tersebut juga terjadi pada sebuah proses vaksinasi yang terlihat dalam sebuah video yang sedang viral dalam unggahan akun @Laz_Ansori. 

Akun Twitter @Laz_Ansori mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sebuah kerumunan yang terjadi di sebuah lapangan. 

“Kuota 3000 aja sampe gini amat? Di Lamongan ada 30 Puskesmas! bagi rata per Puskesmas dapat 100, sehari nyuntik 20 org, 5 hari kelaaaar!!! Mosok mikir gini gak bisa??” tulis akun @Laz_Ansori. 

Dalam video yang berdurasi 12 detik tersebut terlihat sejumlah orang yang sedang berkerumun di sebuah lapangan. 

Tidak hanya berkerumun, dalam video tersebut juga terlihat sejumlah orang berdesak-desakan dan tidak terlihat antrean yang rapi. 

Ternyata, orang-orang yang berjumlah sangat banyak tersebut sedang melakukan antrean vaksinasi yang dilaksanakan di Alun-Alun Lamongan. 

Sedangkan akun Twitter @Laz_Ansori juga menjelaskan bahwa kuota yang disediakan sebanyak 3.000 vaksin. Dirinya juga memberikan saran terkait pelaksanaan vaksinasi yang lebih efektif dengan melakukan vaksinasi di 30 puskesmas dengan jumlah kuota sehari 20 orang saja. 

Tak pelak, video akun @Laz_Ansori tersebut pun menuai sorotan dan mendapatkan sejumlah reaksi dari warganet. 

“Kalau iya video ini bener, brarti pihak penyelenggara memang gk mampi memfasilitasi, kan bs aja dibuat parsial per kuota, dan 5000 org, gk kaya gini sih. Selain parsial perkuota bisa juga ditambahkan rekayasa jalur dan diberikan pra pos buat mengecek kelengkapan dll,” balas akun @bhaktiperdana. 

“Pemerintah: Kalo ada yg sulit kenapa harus yg mudah,” timpal akun @yakandani. 

“Sedih bgt lihatnya. Klo antrinya kyk gitu, takutnya ada yg positif covid diantara kerumunan, yg OTG biasanya byk yg gak tau (sadar) klo dia positif covid kecuali ditest swab rapid antigen atau pcr. Jgn sampai antrian vaksin plh menimbulkan klaster vaksin,” tulis akun @Laz_Ansori. 

“Kami tetap mengapresiasi antusiasme warga. Kalaupun hanya dilakukan 1 lokasi. Lakukan untuk sekian hari. Dengan basis undangan. Bekerjasama dengan kepala daerah setempat,” balas akun @KukuhKarnt.

Hingga kini, video pendek tersebut un telah diritwit lebih dari 300 kali dan disukai lebih dari 700 kali. []

disarankan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel